Tampilkan postingan dengan label Travel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Travel. Tampilkan semua postingan

Minggu, 16 September 2012

Gili Trawangan -Heaven on Earth-

Sampai juga di Gili Trawangan, tempat yang selama ini terimpikan akhirnya menjadi nyata. Alasan yang paling mendasar kenapa saya harus ke Gili Trawangan ada 3. Pertama ingin sekali merasakan udara tanpa polusi, Menikmati berkeliling pulau dengan bersepeda serta jalan kaki. dan yang terakhir katanya Kehidupan malam disini sangat meriah karenanya pulau ini dikenal dengan sebutan Party Island.

Dari Padangbai,Bali menuju Gili kita mempunyai dua alternatif transportasi. Pilihannya mau cepat atau lama. Bila memilih lama (bisa 7 jam lamanya) pilihlah menggunakan Ferry Padangbai-Lembar dengan tarif kurang lebih Rp. 56.000.- lalu dilanjutkan perjalanan darat dengan angkutan umum menuju Pemenang lalu dilanjutkan menggunakan cidomo dengan jarak tempuh sekitar 1 km maka sampailah kita di Bangsal. Sesampai di Bangsal kita menyebrang dengan menggunakan boat menuju tiga Gili (kepulauan Gili, Gili Air, Gili Meno dan Gili Trawangan).

Sedangkan untuk akses cepat kita harus membayar cukup mahal. Dari Padangbai menggunakan fast boat selama  kurang lebih 2,5 jam dengan transit terlebih dahulu di Teluk Nare,lalu dilanjutkan ke Gili Air , Gili Meno dan terakhir adalah Gili Trawangan.


Sepanjang mata memandang keluar jendela hanya biru kehijau-hijauan (heheheee... namanya juga naik kapal ya) Cuaca cukup cerah dan ombak tidak terlalu besar. Dan sampailah kita di Gili Trawangan. Oh ya sebelumya mampir Teluk Nare, mampir Gili Air dan Meno.






Tujuan pertama setelah menginjakkan kaki di pulau impian adalah mencari penginapan. Ketika saya ke Gili tengah masa High Season jadi cukup sulit mendapatkan penginapan yang sesuai dengan budget backpaker kami. Sengaja kami mencari lokasi yang sedikit masuk ke dalam / agak jauh dari pusat keramaian karena berasumsi tarifnya akan jauh lebih murah. Keberuntungan  menyertai kami, tidak perlu berlama-lama keluar masuk penginapan, kami dibantu seorang remaja lokal Trawangan, kami diantarkan ke sebuah tempat yang unik bagus dan tentu saja cocok dengan kantong. 

Yay ! Lumbung Cottage 2 tempat kami beristirahat selama di Gili Trawangan. 

Our Barn "lumbung"

Sleep on barn

Wooden Interior

Berikutnya acara makan-makan..... dengan bersepeda (tarifnya Rp.25.000 per hari untuk dua buah sepeda) kami mencari-cari lokasi nyaman untuk ngadem. Pilihan jatuh di restaurant Villa Ombak. Berhubung belum mampu bermalam di Villa Ombak, sebagai pemanasan  masuk restaurantnya dulu :)

View from Villa Ombak Restaurant


Sore harinya menikmati matahari tenggelam di Sun Set Point. Awalnya saya sebut spot  ini Sun Set Point Bar, sesampainya disana tidak ada bangunan Bar, hanya bangunan kayu open air dan (hanya) sore hari menjelang matahari terbenam mulai terdengar musik Regaee dan  lapak Bintang cold beer (dan tidak ada lainnya) disini. 

Menurut cerita penduduk setempat, Sun Set Point dulu merupakan Penginapan dan Bar, tapi ada suatu hal yang menimpa pemiliknya sehingga bangunan ini terbengkalai. Mungkin karena tempat ini merupakan satu-satunya spot terbaik untuk menikmati sun set di Gili Trawangan, maka (peninggalan) tempat ini masih dimanfaatkan dan namanya Sun Set Point (tanpa Bar).

On the to Sun Set Point

Sun Set Point

Sun Set on Trawangan

Cidomo passed on Sun Set Point

I Love this Place
After the sun goes down, tanda-tanda kehidupan Party Island mulai tampak. Seruuu Rame dan Asiik. Kita nga akan merasakan suasana yang sama dengan yang di dapat di Gili Trawangan. Mulai dari nonton layar tancap dipinggir pantai, clubing pake sandal jepit sampai makan di pasar malam ditengah-tengah bule.

#Day 2

To be Continue yaaa :)


Minggu, 02 September 2012

The Tranquil of Padang Bai Bali

Selamat datang di Padang Bai Bali, Padang bai adalah sebuah teluk di timur Bali, Sebuah desa kecil yang memiliki pelabuhan yang cukup sibuk, tempat transit wisatawan yang akan / telah tiba dari Lombok dan Indonesia bagian Timur. Padang Bai yang sekarang sudah mulai ramai dengan penginapan yang sekelas resort dan villa. Beragam pilihan restaurant dan bar sederhana ada disini. Perjalanan dari Denpasar / Kuta menuju Padang Bai hanya memerlukan waktu 1 - 1,5 jam saja. Berkat akses by pass kini perjalanan menjadi cukup singkat dan sangat mudah dijangkau.



Beruntung sekali saya memiliki Ibu yang berasal dari Padangbai. Ketika berkunjung ke Bali sudah pasti saya akan menghabiskan waktu lebih lama (bahkan sangat lama) berada di Padangbai. Karena desa ini tidak besar maka dengan berjalan kaki kita akan bisa pergi kemanapun di sekitar Padangbai. Kurang dari 5 menit dari area pemukiman kita akan dapat menjangkau pantai. Pantai bagaikan halaman rumah saja ketika saya berada di Padangbai.

Walaupun Padang Bai merupakan tempat transit, bukan berarti tidak ada spot menarik yang dimiliki daerah ini. Di ujung utara Padang Bai terdapat Pura Silayukti, Pura ini telah ada sejak abad 11 dan merupakan salah satu Pura penting yang ada di Bali. Selain itu Spot yang menarik berikutnya adalah keberadaan dua pantai disekitar Padang Bai.

Padang Bai dari Google Map


Suasana Padangbai dari dermaga
Pesisir Padangbai dari laut tampak seperti ini

Padang Kurungan / lebih dikenal dengan Blue Lagoon
Dinamakan demikian  karena keindahan bawah lautnya yang didominasi oleh ikan hias berwarna-warni dan soft coral dan keberadaan laguna biru di tengah pantainya yang indah sehingga pantai ini sering juga disebut pantai blue lagoon




Blue Lagoon saat sun rise

Bias Tugel
Sedangkan pantai bias tugel yang terletak di sebelah barat pantai utama padangbai, terkenal keindahannya karena berpasir putih dan luas dan lautnya yang biru dan jernih.


Picture from Tripadvisor

Foto Padang Bai, Bali
Picture from Tripadvisor

Aktivitas yang bisa dilakukan selama berada di Padang Bai adalah diving, snorkling atau hanya sekedar dipinggir pantai sambil baca buku. Selain itu disalah satu penginapan menyediakan kegiatan workshop. Dari yang saya ketahui  Topi Inn mengadakan cultural workshop dengan tarif terjangkau.


Biasanya menjelang malam restaurant dan cafe-cafe kecil di Padangbai mulai ramai dipenuhi traveller untuk makan malam. Salah satu restaurant yang menjadi favorit saya (kebetulan juga merupakan favorit para traveller).

Ozone Cafe
Pertama....Pizza-nya enak, than tempatnya cozy, suasananya santai dan asyik, suka sama design interiornya. banyak tulisan-tulisan dinding. so... Ozone just like a beautyfull mess :) 



Topi Inn
Great Place Good Price. Nga' nyangka kalo Topi Inn mempunyai tarif penginapan yang bersahabat. Restaurant dan bar-nya juga menyajikan makanan dan minuman yang sebanding dengan harga yang harus saya bayar.

Out Door venue dengan lantai berpasir putih
Suasana indoor di Topi Inn Restaurant

Out door table dengan gambar berwarna ceria

Oya, dari hasil googling ada foto pelabuhan Padang Bai ketika jaman Hindia Belanda juga.


Tips :
Di PadangBai sinyal Indosat tidak ada.

Info Lainnya :
  1. Apotik / Rumah Sakit tidak tersedia, hanya Puskemas yang ada.
  2. Kantor Pos ada.
  3. Bank yang ada BRI.
  4. Atm yang tersedia BRI, Mandir dan BNI.
  5. Warung / Toko 24 Jam terdapat di sepanjang jalan Pelabuhan (Jalan Utama)
  6. Layanan warnet dan wartel tersedia, Layanan internet harganya beragam mulai dari Rp. 3000.- sampai Rp. 8.000.- per jamnya ada (padahal akses kecepatannya sama) dan mungkin masih ada lagi harga yang lebih mengerikan lagi heheheheeee.
  7. Tapi, banyak juga penginapan / restaurant dan cafe yang menyediakan fasilitas wifi.
  8. Last order di restaurant yang ada di Padangbai umumnya adalah pukul 22 : 00 Wita.
Transportasi :
  1. Tersedia banyak  shuttle dari Padangbai ke Airport,Kuta,Ubud dan Lombok. Armada yang digunakan adalah minibus yang layak jalan dan nyaman.
  2. Selain itu ada juga Perama dengan menggunakan mini bus. Sejauh ini minibus Perama yang pernah saya naiki masih berupa mini bus sederhana.
  3. Untuk menuju Kuta menggunakan Perama via Ubud. Jadi Kalau ingin cepat saran saya jangan naik Perama, naiklah Perama disaat memang kita punya waktu lebih.
  4. Tarif shutel menuju Kuta mulai dari Rp. 45.000 hingga Rp. 60.000.-
Perama Shuttle Bus

Suasana di dalam Shuttle Bus Perama

Kota / Spot menarik sekitar Padang Bai :
  1. Klungkung
  2. Goa Lawah
  3. Odessey Sub Marine
  4. Candidasa
  5. Karangasem
So... Kalau kebetulan singgah di Padang Bai jangan lupa sempatkan ke Blue Lagoon dan Bias Tugel ya.

Rabu, 29 Agustus 2012

Galungan -Celebrating the Gods-

Hari Raya Galungan adalah hari kemenangan Dharma (Kebaikan) melawan aDharma (Keburukan), dalam  merayakan Galungan umat Hindu di Bali menghaturkan puja dan puji syukur kehadapan Ida Sanghyang Widhi Wasa (Tuhan YME). hari ini dirayakan sebagai ungkapan kegembiraan dan kemenangan. Kejahatan yang dimaksud sesungguhnya adalah sifat-sifat buruk yang ada dalam diri manusia itu sendiri, bukan di luar. Persembahyangan dilakukan di pura keluarga. Hari raya Galungan jatuh setiap 210 hari berdasarkan penanggalan kalender Bali (1 Bulan memiliki 35 hari). Lalu 10 hari setelahnya adalah hari raya Kuningan.


Ketika Galungan datang pemandangan diseluruh Bali bertambah semarak dan disepanjang jalan tampak Penjor-Penjor berjajar. Penjor dipasang atau ditancapkan  didepan sebelah kanan pintu masuk pekarangan. Bila rumah menghadap ke utara maka penjor ditancapkan pada sebelah timur pintu masuk pekarangan.  

Rangkaian hari raya Galungan berlangsung selama tiga hari. dalam penanggalan Masehi rangkaian ini dimulai sejak kemarin (Selasa 28 Agustus 2012).  Pada hari ini disebut Penampahan Galungan yang bermakna tegaknya dharma (kebaikan)Tujuan pemasangan penjor sebagai wujud rasa bakti dan sebagai tanda terima kasih manusia atas kemakmuran yang dilimpahkan Tuhan. Bambu tinggi melengkung adalah gambaran dari gunung yang tertinggi sebagai tempat yang suci. Hiasan yang terdiri dari kelapa, pisang, tebu, padi, jajan dan kain adalah merupakan wakil-wakil dari seluruh tumbuh-tumbuhan dan benda sandang pangan yang dikarunia oleh Hyang Widhi Wasa


Pada hari ini , 29 Agustus 2012 merupakan puncak hari raya Galungan, Umat Hindu di Bali melakukan sembahyang 'keliling' ke semua pura yang ada di daerahnya.

Esok harinya, 30 Agustus 2012 dikenal dengan Manis Galungan. Pada hari inilah akan diadakan kegiatan silaturahmi.


Selamat hari Raya Galungan dan Kuningan

Jumat, 17 Februari 2012

Berkunjung ke rumah Raminten

Sudah kenal sama Raminten belum?
Mungkin samar-samar sudah sering dengar nama yang satu ini, terutama kalau datang di Yogyakarta dan tinggal beberapa hari disana pasti segera akrab dengan nama Raminten. Sebelum kita berkunjung ke rumah Raminten, mari berkenalan terlebih dahulu dengan si empunya rumah.

Raminten
 Siapakah Raminten?

Kamis, 29 September 2011

Angkringan Jogja

Sego Kucing (Nasi Kucing)

Angkringan di sebelah selatan Pasar Bringharjo
Ini dia Angkringan, dalam bahasa Jawa ' Angkring ' yang berarti duduk santai. Angkringan adalah sebuah gerobag dorong yang menjual berbagai macam makanan dan minuman yang biasa terdapat di setiap pinggir ruas jalan di Jawa Tengah dan Yogyakarta. 

Rabu, 28 September 2011

Prameks Yogya - Solo dan sekitarnya

Kereta api Prambanan Ekspres atau Prameks adalah layanan transportasi kereta api yang menghubungkan Kutoarjo, Yogyakarta, dan Surakarta (hingga Stasiun Palur di timur kota). 
KA Prameks Solo–Yogyakarta pergi pulang (PP) kali pertama diluncurkan tanggal 20 Mei 1994 tetapi sebenarnya sejak tahun 1960-an hingga akhir 1970-an sudah pernah ada layanan kereta api yang seperti Prameks namun ditahun 1980-an "Kuda Putih" (karena ada logo bergambar kuda di bagian atas jendela masinisnya)dihentikan operasionalnya. 

Fakta yang baru saya tahu bahwa Kereta "Kuda Putih" ini adalah KRD (kereta rel diesel) pertama di Indonesia.

Penumpang KA Prameks terbagi dalam beberapa komunitas penumpang KA Prameks menjadi enam bagian. Pertama, adalah pelanggan harian atau pelaju yang berprofesi sebagai dosen, dokter, pegawai pemerintah, atau pegawai swasta. Kedua, adalah para mahasiswa S1, S2, S3 yang melaju setiap hari atau kadang-kadang sepekan sekali. Ketiga, adalah pedagang yang memiliki akses dengan Pasar Beringharjo dan Malioboro di Yogyakarta atau di Pasar Klewer dan Pasar Gede di Solo yang jumlahnya relatif kecil. Keempat, adalah penumpang yang betul-betul baru, mereka mengisi liburan bersama keluarga sekaligus ingin menikmati perjalanan dengan KA Prameks. Kelima, adalah turis mancanegara yang sedang dalam perjalanan dari Yogyakarta menuju ke Solo atau sebaliknya. Keenam, adalah rombongan wisata dadakan anak-anak TK dengan tujuan Yogyakarta atau Solo, rombongan wisata siswa pelajar dari luar kota seperti Magelang dan Temanggung.

Jumat, 23 September 2011

ROUTE TRANS JOGJA

Trans Jogja adalah sebuah sistem transportasi bus cepat, murah dan ber-AC di seputar Kota Yogyakarta, Indonesia. Trans Jogja mempunyai motto pelayanannya adalah "Aman, Nyaman, Andal, Terjangkau, dan Ramah lingkungan".

Sistem yang menggunakan bus (berukuran sedang) ini menerapkan sistem tertutup, dalam arti penumpang tidak dapat memasuki bus tanpa melewati gerbang pemeriksaan, seperti juga TransJakarta. Selain itu, diterapkan sistem pembayaran yang berbeda-beda: sekali jalan, tiket berlangganan pelajar, dan tiket berlangganan umum. Ada tiga macam tiket yang dapat dibeli oleh penumpang, yaitu tiket sekali jalan (single trip), dan tiket umum berlangganan. Tiket ini berbeda dengan karcis bus biasa karena merupakan kartu pintar (smart card). Karcis akan diperiksa secara otomatis melalui suatu mesin yang akan membuka pintu secara otomatis. Penumpang dapat berganti bus tanpa harus membayar biaya tambahan, asalkan masih dalam satu tujuan.
Trans Yogya menghubungkan enam titik penting moda perhubungan di sekitar kota:
  • Stasiun KA Jogjakarta,
  • Terminal Bus Giwangan sebagai pusat perhubungan jalur bis antarpropinsi dan juga regional,
  • Terminal Angkutan Desa Terminal Condong Catur,
  • Terminal Regional Jombor di sebelah utara kota,
  • Bandar Udara Adisucipto, dan
  • Terminal Prambanan.